Lets run to future

running-pic.jpg

Oke gue mau cerita hari ini gue hampir aja PINGSAN ditengah jalan.

Ceritanya gue masih dalam masa penyembuhan setelah beberapa hari ini selalu kurang tidur karena gue terkena alergi dingin itu kambuhnya bila malam, ya otomatis aja mungkin karena gue kurang terkena sinar matahari dalam beberapa bulan ini. Jadi gue mulai berjemur dan minum rebusan jahe + madu biar bisa hangatin badan. Eh ternyata entah karena minum jahe ini atau karena kebanyakan makan sambel gue jadi mules secara dadakan terus hari ini.

Dan setelah tidur siang gue coba untuk straighten my body and doing sports, ya entah karena dukungan setelah nonton video One Punch Man gue jadi tambah semangat buat jogging lagi. Rasanya sih gak sanggup buat jogging tiap hari sampe 10 km kayak Saitama.

008

Paling tahan juga 1 bulan cuma bisa 2 kali atau 3 kali jogging. Males banget rasanya tapi sehabis kena demam atau pilek gue jadi mau gunain tubuh buat olahraga biar seger.

Setelah melakukan pemanasan dasar gue coba jalan pelan-pelan, dan kemudian lari dengan pace yang teratur. Gue lari sengaja gak milih tanjakan dan cari jalan yang sepi soalnya pas sore-sore gini banyak motor yang lalu lalang di jalanan. Setelah sekitar 15 menit gue lari tanpa henti rasanya udah capek terus gue stop dulu deket sekolah SD keponakan gue. Buset sepi dan gue ngos-ngosan udah mau pingsan sumpah mata mulai gelap dan kepala berat banget. Jadi gue duduk di pinggir jalan sebentar terus jalan lagi eh taunya tambah berat aja rasanya tubuh gue buat digerakkin. Terus begitu aja sampai di persimpangan jalan gue udah gak sanggup, gue lepas sepatu gue, terus diem aja gitu sambil lihat orang-orang yang lewat rasanya mau minta tolong biar dianterin di rumah.

“Inikah rasanya yang namanya rasa sakit itu akan membuat kita lebih kuat?” kata gue dalam hati. Tapi sumpah ini gue dalam keadaaan darurat. Hp aja gak bawa mau minta tolong sama siapa? gue pasrah gue lelah dalam keadaan itu gue coba bangkit dan inget sama Tuhan. Selama hampir 15 menit gue tarik nafas dan akhirnya…

Jreng jreng jreng gue bangkit bagaikan tokoh utama dalam anime dan pulang perlahan dengan nyeker, gue pegangin aja sepatu dan dijalan gue lihat ada paku. Gak keinjek sih tapi kasian kalo ada yang kena entarnya jadi gue buang aja ke selokan!.

Intinya ya saran gue kalo kalian masih dalam masa penyembuhan jangan coba-coba deh jogging jauh-jauh apalagi udah lama gak jogging, mending jalan santai aja dulu ya hehe

 

 

 

 

Masih terasa sakitnya

tutupkuping-pesawat-ts(1)

girl closing ears in the airplane

OKE YANG PASTI GAMBAR DIATAS BUKAN FOTO GUE .

SUSAH memang buat orang macam gue yang saluran pernafasannya pernah punya sejarah dioperasi, mudah pilek gak bisa menghirup udara dingin terutama dari AC , sehingga bila naik pesawat terasa sakit nyeri di telinga. Gue terus menerka-nerka apa sih sebenarnya yang terjadi. Gue jadi rese,emosi, dan akhirnya terdiam pasrah menerima sakit yang sangat disaat orang lain dengan enak bisa ngobrol dan tertawa.

Gue kira karena ada gangguan sinyal dan frekuensi dan setelah googling gue nemu kalo ternyata masalahnya adalah karena beberapa sebab seperti berikut:

Apakah normal keadaan ini? Keadaan ini disebut Oklusi Tuba atau adanya sumbatan pada saluran tuba yang berada di telinga. Tuba eustachius / Eusthacian tube adalah saluran yang dimulai dari telinga tengah dan berakhir dibelakang hidung atau didaerah pangkal tenggorok. Saluran ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga tengah dan tekanan udara di luar. Bila terjadi perbedaan tekanan maka saluran ini akan membuka dan membiarkan udara masuk ke telinga tengah sehingga tekanan menjadi seimbang.

Kapan bisa terjadi perbedaan tekanan tersebut? Kalo kita mau naik pesawat, pada saat pesawat hendak take off atau landing atau ketika pesawat naik turun diudara, telinga kita akan terasa seperti penuh atau buntu atau agak kurang mendengar, ini diakibatkan karena terjadi perbedaan tekanan seperti tadi. Biasanya kita akan langsung merespon dengan menelan ludah sehingga pendengaran kita menjadi normal kembali. Dengan menelan ludah ini akan menyebabkan tuba terbuka dan udara luar dapat masuk ketelinga bagian tengah.

Pada beberapa orang dengan gangguan pada Tuba eustachius atau pada orang yang lagi kena flu/pilek akan terjadi kesulitan untuk menyeimbangkan tekanan tersebut(pada saat pesawat diudara) sehingga udara tidak dapat masuk ke telinga tengah dan berakibat telinga tengah menjadi vakum, pada keadaan seperti ini saluran tuba tadi akan merespon dengan memperkecil ruang telinga tengah dan menarik jaringan sekitarnya agar tekanan agak seimbang, dan respon ini yang menyebabkan rasa nyeri luar biasa seperti kepala mau pecah. Lantas bagaimana solusinya?

Segera check it out cara ampuh meredakan sakitnya:

1. Tisu Dan Air Hangat

Ahli kesehatan penerbangan dari TNI AU, Dr Wawan Mulyawan, SpBS memberikan cara praktis untuk membebaskan udara yang terperangkap di telinga saat naik pesawat. Cukup dengan menggunakan tisu dan gelas berisi air panas, yang semuanya tersedia di ruang pramugari.

Caranya, selembar tisu dimasukkan ke dalam gelas hingga air panas di dalamnya terserap masuk ke serat-seratnya sehingga tidak tumpah jika sewaktu-waktu terjadi guncangan di kabin pesawat. Dekatkan gelas berisi tisu dan air panas itu ke dekat telinga, lalu biarkan uap panas mengisi rongga telinga.

Uap panas ini akan meredakan sumbatan di tuba eusthacia, sehingga udara yang terperangkap di dalam rongga telinga bisa dikeluarkan. Rasa nyeri dan berdenging akan berkurang ketika udara yang terjebak telah dikeluarkan dengan bantuan udara panas.

2. Menutup Hidung

Alternatif lainnya, jika tidak ada tisu dan air panas maka cukup dengan menutup hidung dengan salah satu tangan. Kemudian dengan hati-hati hembuskan napas dari paru-paru dengan mulut tertutup agar tekanannya mendesak tiba eusthacii sehingga sumbatannya terbuka.

3. Permen

Agar tuba membuka terus menerus, perbanyaklah menelan ludah, salah satu cara sederhana adalah dengan mengulum permen ( jangan mengulum yg aneh2 gan ), karena dengan mengulum permen maka akan keluar ludah dan mau tidak mau kita akan menelan ludah tadi. Karena itu sebelum pesawat take off pasti pramugari akan membagikan permen senyum, kadang permen yang dibagikan oleh pramugari dianggap sebagai bagian dari service dan langsung cepat2 dihabiskan sebelum pesawat take off. Padahal idealnya permen tadi dikulum pelan2 selama perjalanan agar kita menelan ludah terus menerus atau menelan sesuatu. Atau bisa juga mengunyah permen karet. Cara ini cukup mudah dilakukan, namun kadang-kadang tidak banyak membantu pada orang tertentu yang telinganya sensitif atau sedang mengalami infeksi sinus.

4. Gunakan Ear Plug

Gunakanlah penutup telinga yang khusus dipakai untuk terbang.

5. Menguap

Cara lainnya yaitu dengan menguap, karena bila kita menguap maka udara akan keluar dari telinga, sehingga tekanan akan tetap terjaga.

Khusus pada anak2 atau bayi tidak perlu telinga ditutup dengan kapas (cara ini banyak di nasehatkan oleh orang tua) tetapi cukup dengan diberikan minum yang banyak pada saat pesawat di udara, karena dengan menelan, tuba akan terbuka terus menerus. Menutup telinga dengan kapas tidak efektif untuk mengatasi oklusi tuba pada anak, cara ini hanya berguna untuk mengurangi suara bising pesawat. Jadi bila membawa anak kecil naik pesawat dan anaknya mulai rewel sebaiknya diberi minum air atau susu, karena ada kemungkinan dia mengalami oklusi tuba.

Jika Anda sudah mendarat dan masih merasakan sakit, bisa gunakan cara berikut :

1. Bersihkan telinga Anda dan teteskan air hangat ke dalam telinga Anda, agar telinga Anda menjadi hangat dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pada umumnya, jika suhu lingkungan tujuan Anda hangat, maka tips ini sangat tepat untuk dilakukan.

2. Minumlah tylenol (obat sakit kepala) atau ibuprofen (obat pencegah peradangan). Minumlah tylenol 30 menit sebelum Anda mendarat. Tylenol membutuhkan waktu untuk bereaksi. 30 menit adalah waktu yang cukup untuk membiarkan tylenol bereaksi.

Semoga bermanfaat dan senang bisa berbagi 🙂